Sunday, October 26, 2008

TERSENYUMLAH Dengan HATI

Kisah di bawah ini adalah kisah yang saya dapat dari milis alumni Jerman, atau warga Indonesia yg bermukim atau pernah bermukim di sana. Demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.


Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja
menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.


Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling."
Seluruh siswa diminta untuk pergi keluar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka.
Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan di depan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir, tugas ini sangatlah mudah.


Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi ke restoran McDonald's yang berada di sekitar kampus.
Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.


Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani,mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri di belakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.


Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir?
Saat berbalik itulah saya
membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat
di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil!


Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali. Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang "tersenyum" ke arah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot
matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap ke arah saya,
seolah ia meminta agar saya dapat menerima 'kehadirannya' di tempat itu.
Ia menyapa "Good day!" sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan.
Secara spontan saya membalas senyumnya,
dan seketika teringat oleh saya 'tugas' yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki
kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang
temannya.
Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah "penolong"nya.


Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai di depan counter.


Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini
untuk memesan duluan. Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja, satu
cangkir Nona."
Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan di restoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.


Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang
hampir semuanya sedang mengamati mereka...


Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua 'tindakan' saya.
Saya baru tersadar setelah petugas dicounter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (di luar pesanan
saya) dalam nampan terpisah.


Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk
mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya.
Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut ke arah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bermata biru itu, sambil saya berucap "makanan
ini telah saya pesan untuk kalian berdua."


Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah berkaca2 dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya."
Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata"Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian,Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ke telinga saya untuk
menyampaikan makanan ini kepada kalian."
Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak.
Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu.
Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka.


Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata "Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan
dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku
dan anak2ku!"
Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar2 bersyukur dan menyadari, bahwa hanya karena 'bisikanNYA' lah kami telah mampu memanfaatkan 'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat mbutuhkan.


Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang
akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin 'berjabat tangan' dengan
kami. Salah satu di antaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap "Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami
semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi
kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami."
Saya hanya bisa berucap
"terimakasih" sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan
restoran saya sempatkan untuk melihat ke arah kedua lelaki itu, dan seolah ada'magnit' yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh ke arah kami
sambil tersenyum, lalu melambai2kan tangannya ke arah kami.


Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar2 'tindakan'yang tidak pernah terpikir oleh saya.
Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa 'kasih sayang' Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!


Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan 'cerita' ini di tangan saya. Saya menyerahkan 'paper'saya kepada dosen saya.
Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya kedepan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata,
"Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?" dengan
senang hati saya
mengiyakan.
Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita
sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi.
Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah
itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung,
sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang di dekat saya di antaranya
datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.


Di akhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis di akhir paper saya.


"Tersenyumlah dengan 'HATImu', dan kau akan mengetahui betapa 'dahsyat' dampak yang ditimbulkan oleh senyummu
itu."


Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah 'menggunakan' diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku,dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: "PENERIMAAN TANPA SYARAT."


Banyak cerita tentang
kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat
mengambil pelajaran bagaimana cara MENCINTAI SESAMA,DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI, dan bukannya MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA, DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA!


Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda, teruskan cerita ini kepada orang2 terdekat
anda. Disini ada 'malaikat' yang akan menyertai anda, agar setidaknya orang
yang membaca cerita ini akan tergerak hatinya untuk bisa berbuat sesuatu
(sekecil apapun) bagi sesama yang sedang membutuhkan uluran tangannya!


Orang bijak mengatakan: Banyak orang yang datang dan pergi dari kehidupanmu,tetapi hanya 'sahabat yang bijak' yang akan meninggalkan JEJAK di dalam hatimu.


Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu. Tetapi untuk berinteraksi dengan orang lain,
gunakan HATImu!


Orang yang kehilangan uang, akan kehilangan
banyak, orang yang kehilangan teman, akan kehilangan lebih banyak!
Tapi orang yang kehilangan keyakinan, akan kehilangan semuanya!


Tuhan menjamin akan memberikan kepada setiap hewan makanan bagi mereka,tetapi DIA tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka, hewan itu tetap harus BERIKHTIAR untuk bisa mendapatkannya.


Orang-orang muda yang 'cantik' adalah hasil kerja alam,tetapi orang-orang tua yang 'cantik' adalah hasil karya seni.
Belajarlah dariPENGALAMAN MEREKA, karena engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk bisa mendapatkan semua itu dari pengalaman dirimu sendiri.

Friday, September 12, 2008

Mulanya hanya bisul di Pantat,...

Angky Camaro Melakukan Transplantasi Ginjal
Disalin dari Koran Indonesia Business Today


Business Today 5 Juli
2008.


Ginjal, Kehidupan dan Jabatan baru hadiah Tuhan Untuk Angky Camaro.
Mulanya hanya bisul di Pantat Angky Camaro, preskom PT. HM Sampoerna Tbk yang juga direktur PT. Indofood Sukses Makmur Tbk sekaligus komisaris PT Indomobil, tak pernah tahu bahwa ginjalnya sudah tidak berjalan normal. Hingga suatu kali ditahun 2005, ia tidak bisa duduk
lantaran abses (bengkak) dan bernanah di pantatnya.


Dari situlah diketahui
creatinin atau kreatinin (zat racun dalam darah, biasanya terdapat pada
seseorang yang ginjalnya tidak berfungsi dengan baik) sudah mencapai 350.
Padahal ambang batas untuk orang normal kretinin paling tinggi 125. bagaimana cerita Angky tentang asal muasal penyakit gnjalnya hingga ia harus di transplantasi?

Tanggal 1 April 2005


saat di kantor, saya merasakan pantat sakit bukan main. Saya benar benar tidak bisa duduk. Memang sudah beberapa sebelumnya sebetulnya saya sudah merasa abses
di pantat saya, tapi saya cuekin saja. Saya tetap kerja seperti biasa. Tetapi
tanggal 1 April itu saya benar benar tidak bisa duduk.

Karena sudah sakit dan
nggak bisa duduk, saya akhirnya telepon dokter teman saya. Namanya Dr Didik. Ia praktik di RS Pluit. Terus dokter Didik bilang, "Sudah anda sekarang juga kesini. " begitu sampai di RS Pluit, ternyata saya langsung dioperasi. Padahal semua peralatan kerja saya, termasuk laptop semua masih saya tinggal di kantor.
Sayapun mondok di RS Pluit.

Saat mondok di RS Pluit
itu, akhirnya diketahui gula saya sudah 500, kemudian kreatinin saya sudah 350.
Dari situ baru diketahui, kalau ginjal saya sudah tidak berfungsi dengan baik, karena diabetes.


Soal pantat saya yang
bernanah, itu ternyata kalau orang diabetes terus ginjalnya tidak berfungsi
dengan baik, racun racun yang tidak bisa diserap ginjal keluar akan tumbuh jadi darah kotor, dan bisanya akan tumbuh ditempat tempat yang kotor, seperti kaki, pantat, selangkangan. Jadi nanah yang dari pantat saya itu, karena saya sudah diabetes akut.

Sedangkan soal penyakit
diabetes, saya juga tidak tahu. Habis saya jarang sakit dan jarang periksa.
Pernah sih sakit sampai mondok di rumah sakit, tapi itu saat usia saya masih 30
tahun. Dan sakit waktu itu berkait dengan hati atau liver. Jadi selama ini,
yang saya perhatikan dan saya jaga hati saya. ...eh, nggak tahunya malah ginjal
saya yang kena.


Orang bilang saya kuat
sekali, padahal orang bilang kalau gulanya 300 saja sudah goyang, tapi gula
saya 500 saya masih tiap hari beraktifitas dikantor kayak tidak kena diabetes.
Mungkin kalau pantat saya tidak bernanah, saya nggak tahu kalau saya tidak terkena diabetes.


Dari data rekam medik
yang saya temukan, tahun 2002, sebetulnya kreatinin saya sudah mencapai 190.
Tapi karena saya tidak merasa apa apa, ya saya cuek saja, dan nggak
memperhatikan hal itu sebagai sesuatu yang sudah membahayakan. Nah, anda bisa bayangkan ginjal saya yang sebetulnya sejak tahun 2002 sudah mulai kerja berat itu, terus saya hajar untuk bekerja sampai tahun 2005. Iya sudah koma akhirnya tahu tahu ditahun 2005 kreatinin saya melonjak ke 350 dan gulanya 500.


Saya nggak tahu
bagaimana menurunkan kreatinin, tapi kalau saya yang seperti kena diabetes,
mustinya untuk menurunkan kreatinin, kalau belum akut ya diatasi diabetesnya.


Sekitar 12 hari setelah
dioperasi tahun 2005 itu kreatinin saya turun menjadi 260. Dan karena diabetes, dokter menyarankan saya untuk diet. Nah, pikir saya karena saya diet makanan, maka saya harus banyak makan buah dan banyak minum.

Tanggal 1 Oktober 2007


saya terkejut bukan alang kepalang, ketika mendapati selangkangan saya abses
dan bernanah. Kembali saya masuk rumah sakit dan dioperasi. Rupanya kreatinin saya saat itu sudah 420. Dan meski sudah diet dan diobati kreatinin saya sepanjang bulan Oktober itu masih diatas 300.

Tanggal 6 Nopember 2007,


saya mengalami abses yang lebih besar dan nanah yang banyak sekali, lagi lagi
diselangkangan. Akhirnya hari itu kembali saya masuk rumah sakit dan dioperasi
untuk dikeluarkan nanahnya. Saat dioperasi kreatinin saya sudah mencapai 480 setelah dioperasi kreatinin saya ternyata terus bertambah hingga puncaknya terjadi pada tanggal 12 Mei 2008, dimana kreatinin saya mencapai 810. Pada saat
itu dr Gordon Ku ahli ginjal di Mount Elisabeth mengatakan pada saya bahwa ada dua pilihan bagi saya : terus menerus cuci darah atau transplantasi.


Untuk cuci darah butuh
waktu 4 jam dan biaya sekitar Sin$ 400 untuk sekali cuci darah, dan dalam
kondisi seperti saya butuh 3 kali cuci darah dalam seminggu. Waduh, kalau saya pilih cuci darah kapan saya kerjanya. Oh ya, meski saya sejak tahun 2005 bolak
balik operasi dan kreatinin saya sudah berada diatas 300 tapi saya masih kerja
seperti biasa.

Oh ya, salah satu penyebab makin parahnya kerusakan ginjal saya ternyata karena saya banyak makan buah. Terutama jeruk dan belimbing. Saya pikir selama diet tidak makan berat
maka saya makan banyak buah. Rupanya baru saya tahu dari dokter di Singapore bahwa buah seperti belimbing dan jeruk justru makin membuat kerja ginjal makin berat. Jadi bisa dibayangkan, ginjal saya yang sudah nggak normal dari tahun 2005 itu saya hantam terus dengan makan buah buahan sampai tahun 2008. Waduh kayak apa beratnya kerja ginjal saya. Bukan hanya buah buahan , orang yang terkena ginjal itu juga nggak boleh banyak makan yang banyak mengandung
protein, karena juga akan memperberat kerja ginjal.


Banyak orang tanya pada
saya apa sih gejala penyakit ginjal itu? Saya bilang ya nggak ada, tapi
sebetulnya kalau diamati ya ada. Coba selama ini orang kalau kedokter paling di
cek gula darah, kolesterol dan tekanan darah. Padahal ingin ginjal anda aman dan bisa diwaspadai dari awal anda harus mengecek kreatinin. Kalau kreatinin sudah diatas 125, anda harus hati hati dan mencari cara untuk menurunkan kreatinin agar ginjal anda tidak rusak. Kalau sudah seperti saya tahu tahu kreatinin sudah 800. Itu hanya ada pilihan ginjal diganti atau cuci darah terus menerus.


Terus ada juga yang bertanya apa yang saya rasakan waktu kreatinin di ginjal saya sudah diatas
300. Sebetulnya sih nggak terasa apa apa Cuma rasanya gatal bukan main
diseluruh tubuh, karena gatal itu dari dalam tubuh, jadi kita bingung garuknya
disebelah mana, sebelum transplantasi tiap mau tidur memakai bedak disekujur
tubuh tapi yaitu tadi, karena gatalnya dari dalam tetap saja gatalnya tidak
hilang.


Business Today, 7
Juli 2008


Tak Bisa Mandarin, ke Tiongkok ditemani Eksekutif Indomobil


Angky:"Kalau ginjal sudah ada gangguan, Anda harus diet minum"


Komisari PT. HM
Sampoerna, direktur PT Indofood Sukses Makmur yang juga komisari PT Indomobil Tbk, Angky Camaro semula tidak pernah menyadari bahwa ia terkena ginjal. Bahkan
penyakit diabetes yang menjadi penyebab rusaknya ginjalnya pun tak ia sadari.
Hingga pada April tahun 2005, dimana pantatnya tiba tiba abses (bengkak) dan bernanah. Buntutnya ia pun harus dioperasi dan saat operasi yang pertama
itulah baru ia tahu bahwa creatinine atau kreatini (zat racun) didalam tubuhnya
sudah mencapai 350 (3,5) dan gulanya 500. Dan sejak saat itu meski sudah diet
kretininnya ternyata terus naik, termasuk berat badannya juga terus naik. Angky juga mengalami dua hal pembedahan lagi yaitu pada tahun Oktober dan November 2007, karena selangkannya abses dan bernanah. Puncaknya pada saat 12 Mei 2008 kreatinin sudah mencapai 810 (8.1). Dan saat itulah dr Gordon Ku dari RS Mount Elisabeth, Singapore memerintahkan untuk transplantasi ginjal atau cuci darah.
Bagaimana cerita Angky berkait keputusannya melakukan transplantasi ginjal?

Waktu dr Gordon Ku bilang saya musti transplant atau cuci darah, saya ambil keputusan transplant.
Masalahnya kalau cuci darah seminggu tiga kali dan sekali cuci darah butuh
waktu empat jam, kapan saya kerjanya. Waktu itu dr Gordon merekomendasikan dua tempat yang memungkinkan saya bisa transplant, yaitu di Filipina atau Tiongkok.
Saya kemudian pilih filipina dengan pertimbangan bahasa, karena kalau Tiongkok saya nggak bisa pakai bahasa mandarin. Asal tahu, meski orang Chinese tapi saya nggak bisa bahasa mandarin, istri saya juga gak bisa. Pokoknya dibanding saya
jauh lebih pintar Pak Dahlan (boss Jawa Pos Group dan Chairman Indonesia
Business Today) bahasa mandarinnya.


Akhirnya tidak ada
pilihan lain saya putuskan untuk transplant di Tiongkok.


Tanggal 23 Mei


sebetulnya sudah ada orang saya (Channel) yang bilang saya bisa ke Tiongkok
karena seminggu lagi sudah ada ginjalnya. Tapi saya nggak mau solalnya tanggal
27 Mei saya harus RIPS Sampoerna dulu dimana dalam RUPS saya diputuskan menjadi
Preskom PT. HM Sampoerna Tbk (sebelumnya Angky mencapai sebagai Managing
Director PT HM Sampoerna). Menurut saya ini mukjizat saya dari Tuhan, karena
orang biasanya kalau pesan bisa ber bulan bulan bahkan bertahun tahun tapi
nggak dapat, tapi saya langsung dapat. Tapi sayanya justru yang nolak saat itu,soalnya saya harus RUPS Sampoerna.


Tanggal 29 Mei,


setelah saya ikuti RUPS saya akhirnya berangkat ke Tiongkok dari Singapura. Dan karena saya tidak bisa bahasa Mandarin, maka saya minta teman saya Marvy Apandi (Executive Director Indomobil) untuk ikut saya menjadi penerjemah bahasa
Mandarin. Marvy berangkat dari Jakarta dan kita ketemuan di sebuah bandara di Tiongkok.


Lagi lagi saya mendapat
kemudahan dari Tuhan, karena waktu saya datang kerumah sakit tersebut, saya
secara kebetulan bisa bertemu langsung dengan kepala rumah sakitnya. Padahal biasanya orang yang datang ke rumah sakit tersebut, sangat susah ketemu dengan kepala rumah sakit. Asal tahu saja, dirumah sakit itu banyak sekali brokernya.
Biasanya kalau kita datang di loket itu para broker sudah berebut. Kalau lewat
broker ini, belum tentu dapat "barang" bagus., malah seringnya banyak yang dibohongi.
Jadi saya ingin ingatkan untuk para pembaca yang ingin transplant di Tiongkok
hati hati jangan sampai tertipu broker.


Selain saya bisa bertemu
langsung dengan pimpinan rumah sakitnya, saya juga langsung mendapat donor,
hanya saja waktu itu kurang bagus untuk saya karena kreatinin nya sudah
tinggi. Tapi saya juga Cuma nunggu 2 minggu setelah itu langsung dapat yang
golongan daranya O.


Mitos Keliru


Oh Ya, hal penting yang
ingin saya ceritakan kepada para pembaca adalah , soal pandangan yang salah selama ini antar dokter di Indonesia dengan dokter di Cina. Di Indonesia kalau kita
sakit gnjal suruh minum sebanyak banyaknya. Padahal itu totally wrong!.
Di China orang yang sakit ginjal tidak boleh minum banyak, bahkan hanya boleh
minum kalau haus saja. Kalau ngak haus nggak boleh minum.


Dalam kondisi ginjal kita rusak, kalau kita banyak minum, kemampuan ginjal yang sudah tidak normal
lagi itu tidak bisa mengolah air dengan sempurna menjadi urine. Misalnya kita
minum 2 liter sehari, kalau ginjal kita bermasalah, yang bisa diolah menjadi urine itu hanya 1,5 liter saja atau l liter. Nah sisa air yang tidak bisa diolah oleh ginjal menjadi urine tadi akan lari ke paha, badan, tangan, wajah dan lain-lainnya menjadi racun. Dan karena badan kita penuh dengan air maka kita menjadi gemuk.

Itulah yang terjadi pada
saya, berat badan saya sejak tahun 2005 terus naik sampai April saya ke RS Mount Elisabeth berat saya naik terus hingga 93 kg. Padahal saya itu diet.
Dan banyak makan buah dan minum air. Nah gemuk badan saya yang saya kira fat itu ternyata isinya water yang beracun, makanya kreatinin saya mencapai 810
(8.1) sebelum saya di vonis transplant atau cuci darah. Saking sudah parahnya
ginjal saya.


Sehari setelah saya di
Tiongkok, yaitu sekitar tanggal 31 Mei saya diminta diet minum ...eh dalam satu hari badan saya langsung turun 86,7 kg. Dan diet minum itu terus saya lakukan hingga menjelang transplant tanggal 13 Juni badan saya sudah turun
10 kg lebih tinggal hanya 82,6 kg. Dalam diet minum ini saya benar benar tidak
boleh minum.


Informasi ini yang betul
betul ingn saya bagi dengan pembaca, bahwa kalau ginjal Anda sudah
mulai ada gangguan Anda harus diet minum karena kalau Anda minum banyak
kerja ginjal anda akan makin berat dan itu akan memperparah atau mempercepat kerusakan ginjal anda.


Business Today, 9
Juli 2008


Ginjal, Kehidupan Dan
Jabatan Baru Hadiah Tuhan Untuk Angky Camaro (4)


"Penyakit
ini hukuman sekaligus hadiah Tuhan"


Preskom PT. HM Sampoerna, direktur Indofood, dan komisaris Indomobil Angky Camaro, mengaku sangat banyak mengambil hikmah pasca transplantasi ginjal yang dilakukan. Ia merasa Tuhan menghukumnya tapi sekaligus juga memberikan hadiah. "Buat saya penyakit ini hukuman sekaligus hadiah dari Tuhan".


Angky Camaro merasa
meski dia menderita penyakit ginjal yang gejalanya semula ia tidak sadari,hingga ia divonis untuk cuci darah atau transplant, namun disisi lain Angky merasa ia banyak dihadiahi Tuhan.


Menurut Angky sejak sakit, sampai berlangsungnya transplant ia merasa diberikan kemudahan.
Bukan hanya itu dua minggu setelah transplant, Angky juga langsung sehat
seperti sediakala. Bahkan ia langsung bisa keluar dari rumah sakit dan pulang
ke Indonesia. "Yah ada sakitnya tapi sedikit-sedikit, dan badan saya bisa turun
sampai 19 kg"tuturnya.


Kalau toh ada yang berubah pasca-transplant, maka Angky sangat menjaga untuk "mengisolasikan" diri
paling tidak enam bulan ke depan. "Tapi rasanya saya mau ambil setahun, saya
nggak mau datang ke pesta atau banyak ketemu orang dulu". Tutur Angky.

Untuk ginjal barunya, Angky memang benar benar harus serius menjaga diri, agar tidak terkontaminasi
atau kemasukan virus dalam tubuhnya. Itulah sebabnya untuk pulang ke Indonesia
pun Angky harus naik pesawat khusus milik perusahaan, yang didalam pesawat itu hanya ada ida, istri dan pilot saja. Bahkan saat tuturn di Bandara Soekarno Hatta, agar tidak banyak terkontak dengan banyak orang mobil yang menjemput Angky langsung berada di tangga pesawat. "Mobil tersebut sebelumnya sudah disterilkan, dan yang nyopirpun pakai jubah dan pakai topi khusus" tutur Angky.


Dari Bandara Soekarno
Hatta, Angky langsung menjuju di sebuah apartemen yand sudah disiapkan sebagai
ruang isolasi untuk Angky. Ruang tersebut menurut Angky, juga 24 jam terus
menerus disemprot dengan suatu alat untuk mensterilkan ruangan. Bahkan untuk lebih memastikan, agar tidak ada kuman atau virus diruangan isolasi Angky tersebut, juga disinari dengan ultra violet.


Tak hanya itu, Angky
juga sangat membatasi diri unutk bertemu dengan siapapun termasuk anggota
keluarganya. Satu-satunya orang yang dibolehkan menemani Angky siang dan malam adalah stafnya yang bernama Sylvestor, karena Sylvestor ini bertugas untuk
selalu membersihkan kamar Angky.


Sebetulnya mengapa Angky
harus membentengi diri demikian ketat? Inin tak lain karena menurut Angky saat ginjal baru di transplant, daya imun atau kekebalan tubuhnya diturunkan, agar bakteri bakteri yang selama ini menjadi "tentara" (pelindung) bagi tubuhnya
tidak menyerang "barang baru" (ginjal yang baru di transplant).


Nah penurunan imun dalam
tubuh Angky kira kira butuh waktu 2-6 bulan. Otomatis selama masa itu, tubuh
Angky rentan terhadap serangan penyakit,karena "tentara" pelindung kekebalan tubuhnya dilumpuhkan. Nah dalam kondisi demikian, tentu sangat rentan bila ada virus atau bakteri masuk ke dalam tubuh Angky, karena dia tidak punya antibody
untuk melawan. Salah-salah kalau sampai terkena virus, maka Angky harus
mengisolasi diri dan menjauhi "pergaulan" A(bertemu dengan banyak orang) yang berpotensi menularkan virus.

Mengubah pola hidup


Diakatakan Angky, meski
dokter menyarankan 6 bulan sebagai amsa isolasi, namun karena ia ingin aman,maka ia ingin mengasingkan diri dari dunia luar selama setahun. :Paling tidak setahun saya tidak mau bertemu banyak orang dulu". Tuturnya.


Tak hanya itu, meski
nanti sudah dinyatakan tidak bermasalah dengan ginjal barunya, termasuk daya imunnya sudah dikembalikan lagi, Angky tetap ingin mengubah pola hidupnya.
:Yang jelas saya tidak akan datang lagi ke pesta-pesta."


Tentang kondisi kesehatannya sendiri, Angky merasa sangat fit dan bisa makan apa saja, "Kecuali yang mentah-mentah seperti lalapan, atau gado-gado.Pokoknya yang mentah mentah
nggak dulu, takut ada bakterinya."kata Angky. "Kalau yang lain painnya sampai kwetiau pun saya makan," tambah Angky sambil mengatakan, bahwa untuk mendapatkan makanan yang higienis, Angky pun kini masak sendiri di apartemennya.
"Tentu saya bisa masak dong, saya di Jerman 7 tahun masak sendiri
lho,: tuturnya sambil tertawa.


Meski dalam "Pengasingan", namun Angky tetap beraktivitas dalam kaitannya dengan pekerjaan.
Misalnya Angky masih menerima laporan-laporan dari PT Sampoerna melalui email.
"Meski sakit nggak ada yang berhenti, saya tetap kerja lewat email," katanya.


Banyak yang mendoakan


Angky mengaku saat
diberikan cobaan Tuhan sebetulnya ia juga diberikan hadiah dari Tuhan, karena meski harus menderita penyakit yang berat (ginjalnya rusak), namun ia diberi kemudahan saat harus menambah ginjal baru. Tak hanya itu saat ia masih belum keluar dari rumah sakit, ia juga mendapat hadiah jabatan baru dari Antony Salim, yaitu sebagai direktur Indofood yang baru. Tenaga Angky dibutuhkan "mesin
duit" Salim ini untuk lebih menguatkan produk-produk Indofood dipasaran. Namun untuk di Indofood sendiri kemungkinan ia baru akan aktif pada bulan Oktober 2008 nanti. Meski begitu demi kesehatannya, ia juga tidak akan bekerja
habis-habisan seperti dulu.

Atas segala mukjizat
Tuhan yang telah memberikan kehidupan baru baginya, Angky juga berterima kasih atas 100.000 karyawannya yang selalu mendoakan saat dia menjalani transplant.
Tak hanya itu, ia juga berterima kasih pada pengusaha Ny. Hartati Murdaya yang mengerahkan para umat Budha di berbagai penjuru Indonesia, untuk mendoakan Angky.
"Pokoknya kesembuhan yang saya alami adalah berkat doa banyak orang,
mulai dari karyawan, teman-teman, dan meski tidak saya minta Ibu Hartati mengerahkan semua umat Budha untuk mendoakan saya," tuturnya.


Atas kebesaran Tuhan
itulah, maka Angky berjanji ingin banyak membantu sesama, terutama mereka yang juga terkena penyakit ginjal. Meski masih dirahasiakan bentuk bantuannya, yang jelas Angky sudah menyiapkan beberapa rencana, diantaranya akan mendorong kerja sama tiga rumah sakit di Indonesia dengan rumah sakit di luar negeri.
Kerja sama ini nantinya bertujuan untuk menolong orang orang yang akan
melakukan transplant ginjal, agar tidak mengalami prosedur yang sulit dan agar tidak terkena beban biaya yang tinggi.

Thursday, September 11, 2008

ANAK DAN TANGGUNG JAWAB


Tulisan ini adalahan suatu renungan utk qt..diambil dari suatu milis..


SEORANG teman pernah bercerita soal anak dan tanggung jawab. Suatu hari dia menyeberang jalan, di sebuah jalanan di Spanyol. Seperti biasa, sebagai orang Indonesia, ia menyeberang tanpa melalui zebra-cross. Saat itu memang tak ada mobil, sepi, juga tak ada polisi; kecuali seorang ibu dengan anaknya yang masih balita. Begitu ia sampai ke seberang jalan, terdengar teriakan si ibu dari seberang jalan yang baru saja ia tinggalkan.
"Hei..hei... ke Sini!!". Kira-kira begitu teriakan ibu itu.
Mendengar seorang ibu yang berteriak sambil melambaikan tangan, lagi sebagai orang Indonesia, teman ini langsung kembali menyeberang. Pasti ada apa-apa dengan ibu ini, ia butuh pertolongan. Sesampainya di dekat ibu itu, ia dibentak, "Hai, kenapa kamu menyeberang bukan dari zebra-cross? Tahukah kamu, kelakuanmu itu sudah mengajari anak saya melanggar peraturan, kamu sudah menanamkan dalam memorinya bahwa melanggar peraturan itu sesuatu yang biasa-biasa saja!"
Cerita ini mengagetkan teman saya, juga saya. Soal orang Indonesia melanggar peraturan bukanlah hal yang mengejutkan. Namun argumen ibu itu yang mengaitkan pelanggaran dengan masa depan anaknya itulah yang lebih mengejutkan. Begitu pentingnya masa depan anak-anak bagi ibu itu, begitu pentingnya ibu itu menjaga memori dan kesadaran anaknya agar tetap terjaga dalam perbuatan baik. Bagaimana dengan kita?


Pertengahan bulan Juli ini, saya memiliki cerita yang lain tentang orang tua dan anaknya. Kali ini dari tetangga-tetangga saya yang mau menyekolahkan anaknya di SMP. Konon, sang anak adalah juara umum di sekolahnya dan dapat mengikuti test masuk SMP dengan mudah.
"Mudah-mudahan anak saya bisa masuk pilihan pertamanya!" harap sang bapak.
Tanggal 11 malam, sang bapak bertemu lagi dengan wajah yang muram, lebih tepatnya penuh kekecewaan
"Anak saya gagal, semula nilainya 80,saya sudah mengeceknya lewat SMS. Eh...kemarin nilainya jadi 67. Saya protes, dan guru-guru di SMP itu minta maaf atas kekhilafannya. Lalu, mereka menawarkan jalan belakang, biasa dengan bayar sekian rupiah!" Tetangga saya menolak untuk membayar, ia biarkan anaknya ke sekolah swasta saja. "Saya tak mau anak saya belajar di sekolah pembohong!"
Menurut sahibul gosip, melorotnya nilai anak tetangga saya itu karena ada beberapa anak lain yang nilainya rendah dikatrol dengan cara membayar sekian rupiah. Tentu saja yang membayarnya adalah orang tua, dan yang menerimanya adalah guru yang terhormat.


Marilah kita bandingkan sikap dan tanggung jawab kita pada anak-anak. Keputusan untuk membayar sejumlah rupiah demi sang anak tentu didasari pilihan untuk memberikan kasih sayang yang terbaik buat sang anak, namun pada saat yang bersamaan kita telah menanamkan racun pada kesadaran anak-anak itu. Racun itu adalah,
1) uang bisa menyelesaikan segalanya;
2) tak usah berprestasi, biasa-biasa saja, nanti juga uang bisa menambalnya.


Barangkali dari peristiwa kecil inilah korupsi membudaya. Tanpa sadar kita melakukannya setiap hari, dan repotnya lagi kita melakukan itu di depan anak-anak kita. Anak-anak yang masih polos itu pastilah telah mencatat di relung kesadarannya dan menjadikannya falsafah hidup sepanjang hayat. Terlebih lagi, peristiwa ini dialami sang anak di lembaga pendidikan yang semua aspeknya merupakan nilai mulia yang harus ditiru dan diteladani.


Marilah kita bercermin lagi pada cerita yang lain. Cerita kali ini datang dari salah seorang cucu Mahatma Ghandi.


Ia dan anaknya pergi ke suatu tempat. Karena acara sang ayah agak lama, sang anak diizinkan untuk membawa mobil itu bagi keperluannya sendiri.
"Syaratnya, jam sekian kamu harus berada di sini, menjemput bapak!" ujar sang ayah. Pada jam yang ditentukan sang anak belum kembali, menit demi menit sang anak belum juga kembali. Sang ayah menunggu sampai beberapa jam. Lalu, sang anak datang dan mengajukan permohonan maafnya.
"Baiklah kalau begitu," ujar sang ayah, "naikilah mobil itu, bawalah pulang. Saya akan jalan kaki ke rumah!" Sang anak protes dan merasa bersalah. Namun sang Ayah tetap saja jalan kaki sambil berpesan,
"Mengingkari janji adalah kesalahan terbesar dalam hidup ini, kamu sudah melakukannya padaku. Semua itu pastilah bukan kesalahanmu, itu semua karena saya salah mengajarimu, nak. Karena itu biarlah ayah menghukum diri, menghukum kesalahan pendidikanku padamu!" Sejak saat itu, sang anak tak pernah lagi mengingkari janji.


Seluruh kisah-kisah ini adalah bahan refleksi kita. Benarkah kita serius merawat anak kita yang sering kita sebut sebagai amanah (titipan) dari Allah? Betapa mulia kata-kata "amanah (titipan) Allah". Pada istilah ini terlihat relasi antara Allah dan kita yang sedemikian akrab, Allah percaya pada kita karena itu Dia menitipkan sesuatu yang berharga. Lazimnya titipan, ia harus tetap seperti nilai awalnya. Nilai awal sang anak adalah fitrah, dan harus tetap fitrah.
Fitrahnya adonan untuk dicetak, fitrahnya perhiasan untuk membuat bangga pemakainya, fitrahnya sang anak tentu bukan untuk "dicetak" agar
"membuat bangga" orang tuanya. Sang anak adalah sebutir benih yang begitu rapuh, butuh tanah yang baik dan pemeliharaan yang sesuai takaran. Kecenderungan benih adalah terus mencari cahaya, tetapi putik kecil bisa saja ditipu diberi cahaya palsu dan memercayainya seumur hidup.
Bisakah kita menjadi tanah, yang menerima amanat secara jujur? Tanah tak pernah menumbuhkan semangka bila ia mendapatkan titipan benih padi. Benih padi yang ditanam, tumbuhan padi pula yang tumbuh. Bisakah kita menerima benih fithrah "anak kita" dan mengembangkannya menjadi fithrah yang lebih baik?


Sebuah hadis menyatakan bahwa setelah kematian menerpa kita, tak ada yang bisa menolong dari siksa kubur kecuali doa dari kesalehan sang anak. Tentu saja, maksud hadis ini bila sang anak, "titipan Allah" itu, telah kita jaga dan tumbuh tetap berada dalam fitrahnya, maka kita akan mendapatkan hadiah dari Allah karena telah menjaga amanahnya dengan baik.


Pada hari ini, ada baiknya kita menyempatkan diri untuk mengelus dan mengecup lembut kening mereka. Kita layak meminta maaf karena selama ini telah memberikan ruang hidup yang sumpek, penuh keluhan dan pertengkaran, serta tidak memberikan jaminan-moral. Kita pun layak memohon ampunan pada Allah karena titipan-Nya belum dirawat secara baik.


Tersenyumlah, anak-anak menunggu ketulusan kita!

Tuesday, August 26, 2008

Bentuk baru dari penipuan

Berhati2lah lu2 pada klo dapet sms spt dibawah ini..karena tanpa lu sadar lu akan mengirimkan pulsa lu ke nomer itu sebesar rp 4778..


Anda menerima 5 Pesan Mailbox dr 085760695346,sejak pkl 21:47
26/08/08.
U/ mendengar silahkan tekan:
*123*3*5*085760695346*4778# lalu <ok/yes>,Gratis.


Benernya ada indikasi yang menunjukkan itu suatu penipuan..yaitu..nomer yang mengirimkan sms itu adalah nomer itu sendiri n bukan nomer layanan operator..


Berhati2lah..karena dengan kecanggihan teknologi orang bukannya malah semakin jadi manusia..tapi muncul menjadi srigala2 teknologi..


N selalu ingat..Tuhan tidak pernah tidur..
Selalu ada karma dalam tiap perbuatan..

Thursday, August 14, 2008

Jika Ia Sebuah CINTA

Gue dapet tulisan ini dari forward temen gue..
Just check it out..


Jika ia sebuah cinta......
ia tidak mendengar...
namun senantiasa bergetar....


Jika itu sebuah cinta..
Memang sakit melihat orang yang ku cintai ..
Berbahagia dengan orang lain ..
Tapi lebih sakit lagi kalau orang ku cintai itu ..
Tidak berbahagia bersama ku..


Jika itu cinta..
Ia sering kali lari bila kita cari..
Namun cinta juga sering kita biarkan pergi ..
Saat dia menghampiri. .


Jika ia sebuah cinta.....
Ia tidak buta..
Namun senantiasa melihat dan merasa..


Jika itu cinta..
Maka jika ku jatuh aku tidak terhuyung-huyung. .
Konsisten tapi tidak memaksa..
Berbagi dan tidak bersikap tidak adil..
Mengerti dan mencoba untuk tidak banyak menuntut..
Sedih tapi tidak pernah menyimpan kesedihan itu.


Jika ia sebuah cinta.....
Ia tidak menyiksa..
Namun senantiasa menguji...


JIka itu cinta
Ia seperti kupu-kupu. ..
Tambah dikejar, tambah lari..
Tapi kalau dibiarkan terbang..
Dia akan datang di saat kamu tidak mengharapkannya. .


Jika itu cinta..
Aku seharusnya dapat melepaskannya
Untuk merelakannya. .
Berbahagia dengan yg lain..


Jika itu Cinta ..
Maka cinta akan berharga ..
kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. .


Jika itu cinta..
Bukan bagaimana menjadi pasangan yg sempurna...
Tapi membiarkan kita menjadi diri sendiri..
Dan oleh karenanya kita menjadi sempurna..


Jika ia sebuah cinta...
Ia tidak memaksa..
Namun senantiasa berusaha..


Jika ia sebuah cinta.....
Ia tidak cantik atau ganteng..
Namun senantiasa menarik..


Jika ia cinta..
Bukan karena kau cantik atau ganteng..
Maka aku mencintaimu. .
Tapi karena aku mencintaimu. .
Maka kau selalu terlihat cantik dan ganteng..


Jika itu cinta..
Ia akan mulai dengan senyuman,
Tumbuh dalam pelukan
Dan siap jika harus berakhir dengan airmata.


Jika itu cinta
Ia tidak berkata, "Ini salah kamu",
Tapi 'Maafkan aku".
Bukan juga ' Kamu dimana sih?",
Tapi " Aku disini ".
Tidak berkata " Gimana sih kamu?"
Melainkan "Aku mengerti kok".
Bukan "Harusnya kamu gak kayak gini",
Tapi "Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya".


Jika ia sebuah cinta.....
Ia tidak datang dengan kata-kata..
Namun senantiasa menghampiri dengan hati..


Jika itu cinta..
Memang menyakitkan ketika aku tak dapat bersatu dengannya
Tapi akan lebih menyakitkan lagi
Apabila dia tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan..


Jika ia sebuah cinta.....
Ia tidak terucap dengan kata..
Namun senantiasa hadir dengan sinar mata..


Jika itu cinta..
Memang menyakitkan mencintai orang yang tidak mencintaimu. .
Namun lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang..
Dan engkau tidak pernah punya keberanian untuk menyatakan cintamu padanya..


Jika ia sebuah cinta.....
Ia tidak hanya berjanji..
Namun senantiasa mencoba dan memenuhi..


Jika itu cinta..
Maka itu hanya sekeping..
Tidak seperti mata dan telinga..
Yang hampir selalu berpasang pasangan..
Karena Tuhan memberikan sekeping hati lainnya..
Pada seseorang untuk kita mencarinya, itulah Cinta.


Jika ia sebuah cinta.....
Ia mungkin tidak suci..
Namun senantiasa tulus..


Jika itu Cinta...
Engkau masih bisa tersenyum ..
Dan berkata aku turut berbahagia untukmu..
Ketika dia memilih mencintai orang lain..


Jika ia sebuah Cinta.....
Ia tidak hadir karena permintaan..
Namun hadir karena ketentuan...


Jika itu Cinta
Ia datang kepada orang yang masih punya harapan ..
Walaupun ia pernah dikhianati..


Jika itu Cinta..
Ia hadir kepada mereka yang masih percaya...
Walaupun ia pernah dicampakkan. .


Jika itu Cinta..
Ia tumbuh di hati mereka yang masih ingin mencintai..
Walaupun ia pernah dihempaskan


JIka itu Cinta..
Ia berkembang di relung hati ..
Mereka yang punya keberanian dan keyakinan ..
Untuk membangun kembali kepercayaan. .


Jika ia sebuah Cinta.....
Ia tidak hadir dengan kekayaan dan kebendaan...
Namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan...


Jika itu Cinta..
Ia akan membiarkan orang yang kamu cintai ..
Menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya ..
Menjadi gambaran yang kamu kehendaki..


~~YA TUHAN, ajarkan aku mencintai orang lain, walaupun dia sudah menyakiti bahkan memilih untuk tidak bersamaku.


Berkorban tapi tidak menuntut;
Memberi tapi tidak memaksa;
Mencintai tanpa pamrih;


MAMPUKAH AKU? MAMPUKAN AKU TUHAN..


Supaya dapat..
Berkorban tapi tidak menuntut;
Memberi tapi tidak memaksa;
Mencintai tanpa pamrih;

Wednesday, August 13, 2008

Menjadi Ibu Rumah Tangga, Berani?

Seorang sahabat mengungkapkan rencananya untuk mengundurkan diri dari
perusahaan tempat kerjanya. Ia merasa tidak takut meninggalkan karirnya yang sudah belasan tahun dirintisnya dari bawah. "sayang juga sebenarnya, dan ini
merupakan pilihan yang berat, terlebih ketika saya merasa sudah berada di
puncak karir, " ujarnya.


Lalu ke mana setelah resign? "yang ada di pikiran saya saat ini hanya satu,
menjadi ibu rumah tangga. Sudah terlalu lama saya meninggalkan anak-anak di
rumah tanpa bimbingan maksimal dari ibunya. Saya sering terlalu lelah untuk
memberi pelayanan terbaik untuk suami. Bahkan sebagai bagian dari
masyarakat, saya sangat sibuk sehingga hanya sedikit waktu untuk
bersosialisasi dengan tetangga dan warga sekitar"


Tapi, ibu nampaknya masih ragu? "bukan ragu. Saya hanya perlu menata mental
sebelum benar-benar mengambil langkah ini".


"Rasanya masih malu jika suatu saat bertemu dengan teman-teman sejawat atau
rekan bisnis. Saya belum menemukan jawaban yang pas saat mereka bertanya,
"sekarang Anda cuma jadi ibu rumah tangga?"


Saya tersenyum mendengarnya, mencoba memahami kesesakan benaknya saat itu.
Teringat saya dengan seorang sahabat lama yang saat di sebuah forum wanita
karir di Jerman lantang menjawab, "profesi saya ibu rumah tangga, jika di
antara para hadirin ada yang mengatakan bahwa ibu rumah tangga bukan
profesi, saya bisa menjelaskan secara panjang lebar betapa mulianya profesi saya ini dan tidak cukup waktu satu hari untuk menjelaskannya".


Luar biasa. Sekali lagi luar biasa. Saya harus hadiahkan acungan jempol melebihi dari yang saya miliki untuk sahabat yang satu ini. Saya tuturkan kisah ini kepada sahabat yang sedang menata hati meyakinkan diri untuk benar-benar menjadi ibu rumah tangga, bahwa ia takkan pernah menyesali pilihannya itu. Kelak ia akan menyadari bahwa langkahnya itu adalah keputusan terbaik yang pernah ia tetapkan seumur hidupnya.


Naluri setiap wanita adalah menjadi ibu. Adakah wanita yang benar-benar tak
pernah ingin menjadi ibu? Percayalah, pada fitrahnya wanita akan lebih senang memilih berada di rumah mendampingi perkembangan putra putrinya dari waktu ke waktu. Menjadi yang pertama melihat si kecil berdiri dan menjejakkan langkah pertamanya. Ia tak ingin anaknya lebih dulu bisa berucap "mbak" atau "bibi" ketimbang ucapan "mama". Tak satupun ibu yang tak
terenyuh ketika putra yang dilahirkan dari rahimnya lebih memilih pelukan
baby sitter saat menangis mencari kehangatan.


Ibulah yang paling mengerti memberikan yang terbaik untuk anaknya, karena ia
yang tak henti mendekapnya selama dalam masa kandungan. Sebagian darahnya mengalir di tubuh anaknya. Ia pula yang merasakan perih yang tak tertahankan ketika melahirkan anaknya, saat itulah kembang cinta tengah merekah dan
binar mata ibu menyiratkan kata, "ini ibu nak, malaikat yang kan selalu menyertaimu". Cintapun terus mengalir bersama air kehidupan dari dada sang
ibu, serta belai lembut dan kecupan kasih sayang yang sedetik pun takkan pernah terlewatkan.


Ibu akan menjadi apapun yang dikehendaki. Pemberi asupan gizi, pencuci
pakaian, tukang masak terhebat, perawat di kala sakit, penjaga malam yang
siap siaga, atau pendongeng yang lucu. Kadang berperan sebagai guru, kadang kala jadi pembantu. Jadi apapun ibu, semuanya dilakukan tanpa bayaran sepeserpun alias gratis.


Sahabat, bukan malu atau bingung saat harus berhadapan dengan rekan bisnis.
Katakan dengan bangga baru sebagai ibu rumah tangga. Sebab sesungguhnya,
mereka pun sangat ingin mengikuti jejak sahabat, hanya saja mereka belum
mengambil keputusan seperti sahabat. Tersenyumlah karena anak-anak pun bangga dengan langkah terbaik ibunya.


Oleh gaw

Thursday, July 31, 2008

1000 CIUMAN - Just for laugh


Saat ini jaman serba susah. Harga BBM naik, akibatnya terjadi PHK diberbagai perusahaan. Salah satu yang terkena PHK adalah Paijo.


Bulan ini ia tidak bisa lagi mengirim uang untuk istrinya di kampung halaman.


Ia hanya bisa mengirim surat. Isinya demikian:


Istriku Tercinta, Maafkan kanda sayang, bulan ini Kanda tidak bisa
mengirim uang untuk kebutuhan keluarga di rumah. Kanda hanya bisa
mengirimmu 1000 ciuman.
Paling cinta,

Kanda Paijo


Seminggu kemudian Paijo mendapat surat balasan dari istri tercintanya:


Kanda Paijo tersayang, Terima kasih atas kiriman 1000 ciumanmu.

Untuk bulan ini Dinda akan menyampaikan laporan pengeluaran keluarga :
Tukang minyak bersedia menerima 2 ciuman setiap kali membeli 5 liter
Minyak tanah.


Tukang listrik mau dibayar dengan 4 ciuman per tanggal 10 setiap bulannya.


Pemilik kontrakan rumah mau dibayar cicilan dengan 3 x ciuman setiap harinya.


Engkoh pemilik toko bahan makanan tidak mau dibayar pakai ciuman. Ia maunya dibayar dengan yang lain.. Ya terpaksa Dinda berikan saja.


Hal yang sama juga Dinda berikan buat kepala sekolah dan gurunya si Udin
yang sudah 3 bulan nunggak uang sekolah..


Besok Dinda mau ke pegadaian untuk tukerin 200 ciuman dengan uang tunai,karena yang punya pegadaian sudah bersedia menukarkan 200 ciuman + bayaran lainnya dengan uang 650ribu, lumayan buat ongkos sebulan.


Keperluan pribadi Dinda bulan ini mencapai 50 ciuman.


Kanda tersayang.. bulan ini Dinda merasa jadi orang yang paling kaya di
kampung, karena sekarang Dinda memberikan piutang ciuman ke banyak pemuda
di kampung kita dan siap ditukar kapan pun Dinda butuhkan.


Kanda, dari kanda masih tersisa 125 ciuman, apakah kanda punya ide? Atau
saya tabung saja ya?


Paling sayang, dari Dinda seorang.


... Gedubrak!! Paijo pun Pingsan.


*** Di jaman sekarang ... emang bisa hidup dengan 1000 CIUMAN ??? ***